Humas SMAN 1 Air Naningan Jadi Sorotan Usai Sebut ‘Nyolong-Nyolong’ Demi Kegiatan Sekolah

Tanggamus, Radarsungkai — Pernyataan mengejutkan keluar dari pihak SMAN 1 Air Naningan terkait pengelolaan Dana BOS. Ucapan yang dilontarkan Humas sekolah bernama Wilis kini menuai sorotan publik karena dinilai mengarah pada dugaan penyimpangan penggunaan anggaran sekolah.
Hal itu mencuat saat awak media melakukan konfirmasi terkait penggunaan Dana BOS di sekolah tersebut pada Selasa (12/5/2026). Dalam keterangannya, Wilis menyebut banyak kegiatan sekolah yang harus dijalankan meski anggaran terbatas.
“Kegiatan sekolahan banyak dari dinas namun tidak ada anggaran selain Dana BOS itu, jika tidak nyolong-nyolong mana mungkin bisa terlaksana kegiatan-kegiatan tersebut,” ujarnya kepada media ini.
Pernyataan itu langsung memicu perhatian karena penggunaan istilah “nyolong-nyolong” dianggap sangat sensitif dalam konteks pengelolaan dana pendidikan negara.
Saat kembali dikonfirmasi untuk memperjelas maksud ucapannya, Wilis mencoba memberikan analogi terkait pembagian kebutuhan anggaran.
“Seumpama abang punya uang Rp100 ribu buat beli beras misalnya, tiba-tiba bawang habis, kurang jatah beras dari 10 kilogram jadi 9 kilogram buat beli bawang, sayur dan lainnya. Kira-kira begitu bang. Kemarin kan aku bilang harus hemat biar semua kebagian kegiatan,” jelasnya.
Namun klarifikasi tersebut justru kembali menuai sorotan. Publik menilai istilah “nyolong-nyolong” sangat berbeda makna dengan penghematan atau pengalihan anggaran kegiatan yang sesuai aturan administrasi.
Polemik ini semakin memperkuat sorotan terhadap pengelolaan Dana BOS di SMAN 1 Air Naningan yang sebelumnya juga telah dipertanyakan terkait penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Masyarakat kini mendesak pihak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan aparat terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh agar tidak muncul dugaan penyalahgunaan dana pendidikan yang bersumber dari negara.
Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, menyatakan akan segera memanggil kepala sekolah terkait berbagai persoalan yang ramai disorot publik di sekolah tersebut.(Red)





